Brigadir Rahmat Merampok SPBU 34-13502 di Jalan Raya Condet 500 Meter Dari Rumahnya

Brigadir Rahmat Merampok SPBU 34-13502 di Jalan Raya Condet 500 Meter Dari Rumahnya

BRIGADIR Rahmat (29), dalang aksi perampokan di pom bensin Condet, Senin (13/2) dini hari, ternyata sempat mendatangi sasarannya satu jam sebelumnya dengan berpakaian preman. Sekitar setengah jam polisi itu berada di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34-13502 di Jalan Raya Condet, RT 01/03, Kelurahan Batuampar, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur tersebut.

Hal itu diungkapkan Supervisor SPBU 34-13502, Rosyid (40), mengutip pernyataan Saut Siburian (29) supervisor SPBU lainnya yang menjadi korban penembakan Rahmat, saat ditemui Warta Kota di ruang kerjanya, Selasa (14/2) siang.

“Sekitar pukul 02.00 dini hari Rahmat sempat datang ke sini. Dia melihat dua karyawan kami, Ahmad Mualim dan Mahmud, tidur di sofa di ruang pertemuan,” kata Rosyid.

Menurut Rosyid saat itu, Rahmat juga bertemu dengan Saut Siburian, supervisor SPBU lainnya yang malam itu bertugas, dan kemudian menjadi korban penembakan senjata api Rahmat. “Saya juga heran dia bisa begitu. Hubungan kami dengan Rahmat dan polisi lainnya baik,” kata Rosyid.

Seperti diberitakan Warta Kota (14/2), Brigadir Rahmat dan Fajar Yiono alias Jarot merampok SPBU 34-13502 di Jalan Raya Condet, Senin (13/2) dini hari pukul 3.30. Mereka menggasak uang senilai Rp 217 juta dan kabur dengan motor rampasan. Rahmat sempat menembak Saut Siburian, supervisor SPBU di bagian betisnya.

Namun pelarian mereka tak bertahan lama. Lima jam kemudian, sekitar pukul 9.00, Jarot diciduk di bengkelnya di kawasan Makasar dan Rahmat dibekuk di rumahnya di Jalan Batu Alam Jaya, Gang Lurungtentrem, RT 07/03 Batuampar, Kramatjati. Kini mereka ditahan di Polda Metro Jaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Bawa anak-istri

Rosyid menuturkan pada Minggu malam sekitar pukul 22.00 atau sekitar 5 jam sebelum perampokan, dengan berpakaian dinas, Brigadir Rahmat yang bertugas di Unit Patko Polsektro Kramatjati juga sempat bertemu dirinya. “Malam itu dia ngobrol biasa sama saya. Saya nggak nyangka dini harinya dia merampok di sini juga,” kata Rosyid.

Menurutnya, Brigadir Rahmat dan sejumlah anggota Polsektro Kramatjati memang sering main dan berkumpul di Kantor SPBU. Saking dekatnya hubungan karyawan SPBU dengan para polisi termasuk Brigadir Rahmat, tak jarang Rahmat membawa istri dan anak perempuannya datang serta bermain di Kantor SPBU Condet itu. “Sering juga bawa istri sama anaknya main ke sini,” kata Rosyid.

Bahkan, usai perampokan dan Rahmat dibekuk, Senin sore istri dan anak Rahmat datang ke SPBU menemui pemilik SPBU. “Saya nggak tahu pembicaraan mereka apa,” katanya.

Rumah Brigadir Rahmat yang berada di Jalan Batu Alam Jaya, Gang Lurungtentrem, RT 07/03, Kelurahan Batuampar, Kramatjati, memang terbilang dekat dengan pom bensin yang dirampoknya. Jaraknya hanya sekitar 500 meter. Karena dekat, bukan hal yang aneh jika Rahmat sering berkunjung ke SPBU itu.

Saat Warta Kota mendatangi rumah Brigadir Rahmat, Selasa (14/2) siang, bangunan satu lantai berpagar hitam itu tampak sepi. Rumah Rahmat berada di gang cukup sempit, yakni di Gang Lurungtentrem setelah melalui Jalan Batu Alam, Kelurahan Batuampar.

Walau sederhana, rumah Brigadir Rahmat tampak paling terawat di antara deretan rumah lainnya. Temboknya berwarna abu-abu dan diselingi warna merah, berpadu dengan pintu rumah berwarna putih. Jarak gerbang rumah warna hitam, dengan pintu rumahnya hanya sekitar satu setengah meter. Karenanya teras rumah cukup mungil dengan lebar sekitar 5 meter. Ada stiker bertanda kepolisan Polda Metro Jaya di kaca depan rumah.

Menurut sejumlah warga, di rumah itu Rahmat tinggal bersama istri dan seorang anak perempuannya sejak 3 tahun lalu. Saat Warta Kota mencoba memberi salam, tak ada jawaban dari dalam rumah. “Mungkin orangnya pergi Mas. Rumahnya kosong sejak kemarin,” kata salah seorang warga.

Selain memiliki rumah sendiri, Rahmat juga memiliki satu mobil Avanza warna silver dan dua sepeda motor. “Padahal hidupnya enak. Jadi saya nggak sangka dia mau merampok,” kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Utang atau narkoba

Mengenai dugaan motif perampokan yang dilakukan Rahmat dan Fajar Yiono alias Jarot di SPBU 34-13502 hingga kemarin belum jelas.

Kasubag Humas Polrestro Jakarta Timur Komisaris Didik Hariyadi menjelaskan motif perampokan diduga karena narkoba atau bermotif ekonomi. “Saya rasa nggak jauh-jauh dari motif ekonomi. Pasti dia juga lagi butuh uang atau terlibat utang,” ujarnya.

Mengenai kemungkinan narkoba, Didik, mengaku belum dapat memastikannya. “Dalam penyelidikan belum ada temuan bahwa dia pecandu, tapi selama ini dia dinilai cukup baik dalam pekerjaannya,” katanya.

Didik mengatakan, Brigadir Rahmat dikenal rajin dan disiplin oleh rekan-rekannya. Karenanya ia mengaku tidak menyangka Rahmat pelaku perampokan SPBU itu. Rahmat masuk kepolisian tahun 2003. Dengan pangkat Brigadir, Rahmat digaji sekitar Rp 3,5 juta sebulan.

Dipecat

Kapolsektro Kramatjati Komi­saris Polisi Imran Gultom, atasan Rahmat, juga tak menyangka anak buahnya menjadi pelaku perampokan. Menurut Imran, pihaknya tidak bisa mengawasi seluruh anak buahnya selama 24 jam. “Pengawasan ke dia kan hanya selama dinas,” kata Imran, Selasa (14/2).

Menurutnya, Rahmat bakal dipecat dari kepolisian. “Perbuatan dia tidak bisa ditolerir,” tegas Imran, Selasa.

Menurut dia, sanksi itu biasanya diberlakukan terhadap polisi yang melakukan kejahatan. Segera setelah proses hukumnya selesai, Rahmat tak akan lagi berkarier sebagai polisi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, kemarin menyatakan, pihaknya akan menunggu proses hukum terhadap Rahmat lebih dulu. “Kami tunggu dulu proses pidananya. Tentu, vonis hakim nanti bisa mempengaruhi sanksi disiplin dan kode etik yang akan diberikan buat R ini,” katanya.

Soal motif perampokan, Rikwanto mengatakan, penyidik masih mendalaminya. “Motif sementara, J mengaku butuh uang dan bersama R, mereka melakukan perampokan,” ucapnya

Video Kekerasan Cewek Bali Beredar Dimana Korban Yang Tidak Bisa Bayar Hutang Dipukuli, Digunduli dan Ditelanjangi

Sebuah video berisi kekerasan dan pelecehan ala geng nero beredar di Bali. Video berdurasi 5 menit 37 detik itu berisi seorang remaja perempuan yang dikerubuti beberapa teman wanitanya. Seorang diantaranya kemudian menempeleng remaja itu beberapa kali, seorang lainnya menjambak rambutnya dan akhirnya pakaian remaja itu digunting sehingga nyaris telanjang.

Video yang beredar lewat berbagai media sosial seperti Facebook dan Twitter serta Blackberry Messenger di Denpasar itu sudah diunggah ke situs Youtube. Pengunggahnya bernama Mandabrother dengan judul “Kekerasan Cewek Bali.”

Dari pembicaraan yang terekam dengan bahasa Indonesia campur Bali itu, terdengar seorang dari mereka menagih uang sebesar Rp200 ribu kepada korban dengan menggunakan bahasa Bali dan Indonesia. Setelah itu , sejumlah pukulan dilayangkan ke muka korban yang berbaju ungu dan cuma bisa menangis.

Lebih heboh lagi, pakaian korban kemudian digunting sehingga korban tampak hanya mengenakan celana dalam. Kekerasan berlanjut dimana rambut korban pun menjadi korban gunting.

“Masih untung rambut kamu yang dipotong, daripada nyawa kamu!” kata salah-satu pelaku. Kemudian korban didorong hingga tersungkur. Untungnya, saat itu ada seorang ibu yang memergoki mereka sehingga para pelalu langsung kabur dengan motornya.

Terkait dengan peristiwa itu, Kepolisian Daerah Bali masih mempelajarinya. Sementara ini dugaan kuat, persitiwa itu terjadi di wilayah Denpasar dengan melihat plat nomor yang digunakan pelaku yakni, DK 7993 CY dan DK 7904 CH. “Kami akan mendalami video ini,” kata Juru Bicara Polda Bali, Komisaris Besar Hariadi.

Video kekerasan serupa dulu pernah beredar di Pati dengan pelakunya para pelajar wanita pengecut (yang hanya berani main keroyokan sedang kalo lagi sendirian takut) sehingga menamakan dirinya geng Nero alias neko-neko (macam-macam) dikeroyok.

Gadis KA, remaja yang jadi korban dalam video kekerasan oleh kelompok geng motor di Bali menyebut, video kekerasan itu diunggah dan disebarkan kawan-kawannya dalam satu geng motor di jejaring sosial dengan tujuan mempermalukan dirinya. Namun ternyata, kemudian justru membuat kasus ini terungkap.

Menurut KA, aksi kekerasan berujung penganiayaan terhadap dirinya berlangsung Desember 2011 lalu. Para pengeroyoknya, adalah teman-teman KA sesama anggota geng motor “Cewek Macho Performance”. KA mengaku bergabung dalam kelompok itu sejak setahun sebelum dianiaya. ” Itu sudah lama kejadiannya, Desember lalu” kata KA yang ditemui di Denpasar, Selasa 7 Februari 2012.

Seperti diberitakan sebelumnya, video kekerasan remaja perempuan di Denpasar beredar luas di sejumlah situs dan facebook. Video berdurasi 5 menit 37 detik itu berisi kekerasan dan pelecehan ala geng nero terhadap seorang remaja putri yang belakangan diakui KA adalah dirinya.

Dalam video itu terlihat KA dikerubuti beberapa teman wanitanya. Seorang diantaranya kemudian menempeleng remaja itu beberapa kali, seorang lainnya menjambak rambutnya dan akhirnya pakaian remaja itu digunting sehingga nyaris telanjang. Video yang beredar lewat berbagai media sosial seperti Facebook dan Twitter serta Blackberry Messenger di Denpasar itu sudah diunggah ke situs Youtube. Pengunggahnya bernama Mandabrother dengan judul “Kekerasan Cewek Bali.”

Dari pembicaraan yang terekam dengan bahasa Indonesia campur Bali itu, terdengar seorang dari mereka menagih uang sebesar Rp200 ribu kepada korban dengan menggunakan bahasa Bali dan Indonesia. Setelah itu, sejumlah pukulan dilayangkan ke muka korban yang berbaju ungu dan cuma bisa menangis.

Lebih heboh lagi, pakaian korban kemudian digunting sehingga korban tampak hanya mengenakan celana dalam. Kekerasan berlanjut dimana rambut korban pun menjadi korban gunting. “Masih untung rambut kamu yang dipotong, daripada nyawa kamu!” kata salah-satu pelaku. Kemudian korban didorong hingga tersungkur. Untungnya, saat itu ada seorang ibu yang memergoki mereka sehingga para pelalu langsung kabur dengan motornya.

Video kekerasan serupa dulu pernah beredar di Pati dengan pelakunya pelajar wanita yang menamakan dirinya geng Nero alias neko-neko (macam-macam) dikeroyok. Kasus ini kini diselidiki Polisi.

Kapolresta Denpasar Komisaris Besar Pol I Wayan Sunartha masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan terlebih dahulu lokasi kejadiannya. “Apakah kejadian ini benar atau tidak, kami sedang menunggu adanya laporan dari pihak yang mungkin dirugikan dari video tersebut,” katanya, Selasa 7 Februari 2012.

SPG Mall Ambasador Jadi Korban Pelecehan Seks Di Kopaja P 20 Sampai Terkena Sperma Di Pantat

Seorang Sales Promotion Girl (SPG) menjadi korban pencabulan dari pria setengah baya saat naik Kopaja P 20 di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (3/2) malam.

Akibat perbuatan tidak terpuji pria tersebut, celana leaging yang dipakai M 25, basah terkena cairan sperma. Tidak terima dengan perlakuan tersebut, korban melaporkan kasus ini ke Polres Jakarta Selatan.

Menurut korban sekitar pukul 20.30 dia pulang dari tempatnya bekerja di Mall Ambasador, Setiabudi, Jakarta Selatan. Wanita cantik ini naik Kopaja P 20 jurusan Senen-Ragunan.

Saat itu, kondisi bis dalam keadaan penuh sesak penumpang. “Saat melintas di kawasan Pasar Minggu, saya merasa pinggul ini ada yang menggesek-gesekan sesuatu. Pas dilihat ke belakang, ada pria berusia sekitar 45 tahun. Saya nggak curiga, jadi saya biarkan aja,” ungkap Mega.

Beberapa menit kemudian, korban merasakan ada cairan yang membasahi bagian belakang celana leaging yang dipakainya.Wanita berusia 25 tahun itu pun langsung menengok celananya.

Saat disentuh, ia merasakan sesuatu yang lengket dan berbau anyir. “Kata orang di sebelah saya, pinggul saya digesek kemaluan cowok yang barusan turun, ” ucapnya.

Korban sempat teriak, namun pelaku kabur naik angkot lain. “Saya minta polisi bisa meringkus pelaku pencabulan ini,” katanya.

Dukun Cabul Beraksi Di Tambun 7 Siswi SMA Disetubuhi Di Hotel Untuk Sembuhkan Penyakit

-Lelaki ayah empat anak, yang mengaku berprofesi sebagai dukun ditangkap anggota Reskrim Polsek Tambun, Bekasi Rabu.
Selain mensetubuhi enam anak sekolah, Kas, 45, juga mengambil HP dan uang dari korbannya. “Modus pelaku, mengaku dapat menyembuhkan berbagai penyakit, namun harus dilakukan dengan cara hubungan badan,” ungkap Kompol Andri Ananta, Kapolsek Tambun.

Pelaku yang tinggal di Jejalenjaya, Tambun Utara ini dalam melakukan aksinya, bermodalkan HP dan menghubungi mangsanya secara acak. Setelah dapat, dia kemudian mengaku dapat menyembuhkan penyakit dan pengobatan harus bertemu.

“Setelah bertemu, dilakukan pengobatan di satu hotel dengan cara meraba-raba, kemudian persetubuhan,” jelas Kapolsek, sambil mengatakan pelaku juga meminta uang dari korbannya.

Semua korban ada tujuh orang, namun hanya enam yang disetubuhi satunya hanya digerayangi.

Dari enam korbannya, I, yang pertama kali melapor ke Polsek Tambun, dan semua korban berada dalam satu sekolah mereka mengaku seperti dihipnotis.

Berkat laporan korban pelaku ditangkap. “I kami jadikan umpan untuk bertemu dan di Cibitung kami menangkapnya,” tambah Kapolsek.

Korban Pemerkosaan Supir Angkot B 04 Jurusan BSD Cikokol Ikut Tim Buser Memburu Pelaku Pemerkosaan

LL (20), pembantu rumah tangga (PRT) yang Senin (30/1) dini hari menjadi korban pemerkosaan oleh sopir tembak angkot B-04 jurusan BSD-Cikokol, kondisinya kini membaik. Malah korban ikut tim polisi memburu pemerkosa dirinya.

LL sudah ikut dalam tim buser Polres Kabupaten Tangerang, memburu para pelaku. Demikian dikatakan oleh Kasat Reskrim Polres Kabupaten Tangerang, Kompol Shinto Silitonga, Selasa (31/1).

“Awalnya korban memang trauma. Namun, berkat dukungan para ahli kejiwaan di Polres, akhirnya dia sudah bisa bangkit,” ucapnya.

Oleh karena sudah tegar, LL yang warga Gunung Sirah, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, itu bersedia membantu tim buser untuk memburu para pelaku pemerkosaan. “Kini korban berada di lapangan, bersama tim untuk mengenali wajah para pemerkosa dan menangkapnya,” ucap Shinto.

Menurut dia, sampai saat ini pihaknya sudah memintai keterangan dari tiga orang saksi, guna menangkap tiga orang pemerkosa LL. “Kami bentuk dua tim untuk mengejar tiga pelaku. Daerah persembunyian sudah kami kunci, tinggal kami tangkap saja,” ucap Shinto.

Shinto mengatakan, dari tiga pelaku, yang menjadi sopir tembak adalah RD, sedangkan dua orang lain adalah pengangguran. Berdasarkan penuturan LL, dirinya diperkosa RD bersama dua temannya di sebuah rumah kontrakan di daerah Cilenggang, Serpong, Tangsel.

“Menurut korban, diperkosa pukul 22.00. Sebelumnya dia memang sempat naik angkot B-04, dan bertemu RD yang saat itu jadi sopir. Di dalam angkot keduanya mengobrol, sampai akhirnya RD menawarkan jasa mengantar LL, yang hendak ke rumah saudaranya di daerah Sewan, Tangerang,” ucap Shinto.

Namun sebelum mengantar LL, RD terlebih dahulu mengembalikan angkot yang dikendarai. Selanjutnya kedua insan berlainan jenis itu berjalan kaki menuju tempat kontrakan yang selama ini menjadi tempat berkumpul para pemuda pengangguran.

“Kata korban, RD mau ambil motor dulu di rumah kontrakan itu. Ternyata sampai di sana ada enam hingga tujuh pemuda lain, hingga akhirnya terjadi perkosaan itu,” ucapnya.

Sementara itu, ratusan sopir angkot B-04 (BSD-Cikokol), merasa khawatir atas dampak pemberitaan media massa, terkait adanya sopir angkot B-04 yang memperkosa seorang pembantu rumah tangga, LL.

“Sekarang memang dampaknya belum kelihatan, tapi kalau makin ramai pemberitaannya, ya bisa berpengaruh,” ucap Budi, yang mengaku sudah 12 tahun menjadi sopir B-04.

Namun, kata Yanto, rekan Budi, sudah ada penumpang perempuan yang menanyakan masalah pemerkosaan itu. “Tadi pagi ada yang sempat bertanya sama saya, soal sopir angkot B-04 yang memperkosa. Saya bilang tidak tahu, dan tidak kenal,” ucapnya.

Sejauh ini menurut kedua sopir angkot itu, jumlah penumpang memang belum menurun. Mereka masih bisa memenuhi setoran sebesar Rp 100.000/hari kepada pemilik kendaraan. Bahkan mereka masih bisa menyisihkan Rp 70.000-Rp 80.000 untuk dibawa pulang ke rumah.

Menurut para sopir angkot B-04, pemerkosa PRT, LL adalah para sopir tembak. “Kami tidak kenal mereka. Namanya sopir tembak, tentu identitasnya juga tidak jelas,” ujar Budi.

Namun ulah bejat para sopir tembak itu, menjadi bahan pembicaraan para sopir B-04. “Bikin malu aja. Kalau sudah begini, citra sopir jadi tambah jelek. Kalau sampai ketangkep, biar kami gebukin,” ucap Yanto.

Supir Angkot Ramai Ramai Perkosa Pembantu Di Rumah Kontrakan Di BSD

SOPIR angkutan kota (angkot) kembali berulah. Kali ini seorang pembantu rumah tangga (PRT), berinisial L (20), Senin (30/1) dini hari, diperkosa secara bergiliran di sebuah rumah kontrakan di daerah Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Warta Kota, L, warga Gunung Sirah RT 01 RW 01, Kabupaten Kuningan, diperkosa oleh sejumlah sopir angkot di sebuah rumah kontrakan di Kampung Cilenggang RT 01 RW 01, Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel.

Setelah diperkosa, L, langsung kabur, hingga akhirnya ditemukan seorang satpam perumahan BSD. L pertama kali ditemukan oleh Rusdi, satpam cluster Versailles. “Saya temukan dia sedang menangis di pinggir jalan, sekitar pukul 03.00,” ujarnya. Selanjutnya Rusdi menanyakan kepada L, kenapa menangis di pinggir jalan yang sepi.

Lalu L mengaku bahwa dirinya adalah korban perkosaan sopir angkot. “Dia bilang habis diperkosa oleh sopir angkot D04, di rumah kontrakan para sopir angkot,” ucapnya. Tanpa banyak tanya, Rusdi langsung membawa L ke Polsek Serpong. Menurut Kapolsek Serpong Kompol Nico Andriano, sekitar pukul 24.00, L naik angkot D04, jurusan BSD-Cikokol.

“Kami belum dalami, dari mana dan hendak ke mana L pergi,” ujarnya saat dihubungi Warta Kota. Oleh karena angkot itu kosong, sang sopir mengajak ngobrol L. Lantaran sudah larut malam, sang sopir menawarkan jasa tempat penginapan bagi L.

Tawaran itu disambut L, tanpa menaruh curiga. Ternyata L diajak ke sebuah rumah kontrakan di daerah Cilenggang, Serpong, yang isinya para sopir angkot. Sesampainya di rumah kontrakan itu, L langsung dikerjai oleh para sopir angkot itu. Menurut Nico, pihaknya masih terus memburu para pelaku. Mengenai berapa jumlah pelaku, pihaknya belum bisa memastikan.

“Yang pasti lebih dari satu orang,” ujarnya yang baru dua minggu menjabat Kapolsek Serpong. Mengenai nomor plat mobil, pihaknya juga masih menyelidiki, karena L tidak ingat nomornya. “Identitas pelaku sudah kami kantongi, dan saat ini sedang diburu,” katanya. Sementara itu, kondisi L saat ini shock dan dibawa ke rumah keluarganya. Namun, polisi merahasiakan di mana lokasi rumah keluarga L.

Menurut Nico, L diperkosa di dalam kamar tengah rumah kontrakan tersebut. Namun tidak dijelaskan bagaimana proses sampai L bisa kabur dari rumah kontrakan itu, hingga akhirnya ditemukan satpam di pinggir jalan. “Kami sudah melakukan pengecekan, ternyata di rumah itu terdapat beberapa kamar. Saat kami cek, di lantai ada bekas sperma yang sudah dibersihkan,” ucapnya.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, kata Nico, kasus ini dilimpahkan ke Polres Kabupaten Tangerang. “Penyelidikan lebih lanjut oleh polres. Kami polsek hanya mem-back up,” ujarnya

Gadis ABG asal Kuningan Jawa Barat, berusia 16 tahun dinodai bergilir oleh tiga sopir angkot di rumah kontrakan kampung Cilenggang, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (30/1). Menurut informasi yang didapat Poskota, kronologis peristiwa perkosaan itu terjadi ketika korban asal Kuningan, Jawa Barat ini naik Angkot D.04 dari Cikokol ke BSD Serpong sekitar pk.24.00.

Sesampai di BSD, korban bukannya diturunkan dari angkot, tapi malah dibawa sopir angkot berinisial I ke kontrakan Kampung Cilenggang Rt 01/07 kelurahan Cilenggang,Serpong. Sesampai di kontrakan, korban kemudian diperkosa bergiliran oleh I dan dua temannya yang memang sudah berada di kontrakan tersebut.

Korban yang merasa ketakutan dengan sekuat tenaga berusaha lepas dari cengkraman sang sopir angkot. Ia kabur menuju jalan Raya Serpong sambil menangis. Sekitar pk.02.00 seorang Satpam bernama Rusdi sedang patroli menemukan korban sedang menangis di pinggir jalan. Setelah ditanya Rusdi, dia mengaku habis diperkosa 3 sopir angkot. Mendengan penuturan gadis ABG itu, Rusdi lalu membawa korban ke Polsek Serpong.

SUDAH CEK RUMAHNYA
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kota/kab Tangerang Kompol Shinto Silitonga,Sik yang dihubungi mengaku pihaknya sudah mendapat laporan kasus perkosaan tersebut. “Kami sudah cek TKP di rumah kontrakan di Cilenggang,” jelasnya sambil menyebutkan hasil pengecekan korban diperkosa pelaku di kamar tengah. Di lantai kamar, kata Shinto ada bekas sperma yang nampak sudah dibersihkan oleh pelaku.

“Kontrakan itu memang ditempati para sopir angkot,” ungkapnya sambil menegaskan kini tim Buser sedang memburu 3 pelakunya hingga tertangkap. Pelaku akan dijerat pasal UU Perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

Purnawirawan TNI Ditangkap Terkait Kasus Penggelapan Uang Di PT Marguna Tarulata Produsen Obat Kuat Pilkita

Seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir brigadir jenderal ditangkap anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Tengah karena menggelapkan uang Rp1,2 miliar milik PT Marguna Tarulata, produsen obat kuat merek Pilkita.

“Tersangka penggelapan uang senilai Rp1,2 miliar berinisial PP ini merupakan mantan komisaris utama di perusahaan tersebut,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng Komisaris Besar Firli di Semarang, Minggu.

Ia mengatakan, pengungkapan kasus penggelapan uang perusahaan ini berdasarkan laporan dari Direktur Utama PT Marguna Tarulata bernomor LP/5/VI/2010/Dit Krim pada 2 JUni 2010.

“Sesuai dengan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di perusahaan tersebut, tersangka diberhentikan dari jabatannya sejak 12 Maret 2009 karena ada pergantian pengurus,” ujar Firli didampingi Kasubdit I Ekonomi Khusus dan Perbankan Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Roma Hutajulu.

Menurut dia, tersangka yang pensiun sejak 10 tahun lalu dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI itu melakukan penggelapan uang perusahaan secara bertahap setelah tidak lagi menjabat sebagai komisaris utama.

Tersangka melakukan penarikan uang perusahaan pada 15 Maret di Bank Danamon Tegal dan Bank BNI Tegal dengan nominal masing-masing Rp600 juta kemudian dimasukkan ke rekening pribadi.

“Tersangka beralasan mengambil uang sebesar itu karena merasa mempunyai saham di perusahaan tersebut,” katanya.

Firli menjelaskan, penetapan tersangka berdasarkan hasil penyidikan dan bukti-bukti yang ditemukan, antara lain akta pendirian perusahaan, berita acara RUPS, risalah rapat, notulen RUPS, aplikasi pembukaan rekening tabungan, dan uang tunai Rp63 juta yang diduga merupakan hasil kejahatan.

Menurut dia, berkas pemeriksaan tersangka yang beralamat di Jalan Rangu Raya Nomor 20, Pangkalan Jati, Depok Jakarta, itu dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah pada 5 Desember 2011 dan sempat mangkir dari panggilan penyidik kepolisian sebanyak dua kali hingga memenuhi pada 24 Januari 2012.

“Tersangka saat ini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tegal sesuai dengan lokasi yang bersangkutan melakukan tindak pidana,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 372 KUHP dan Pasal 374 KUHP tentang Penggelapan.

Bos Power Steel Mandiri Dibunuh Debt Collectornya Sendiri Karena Tidak Mau Bayar Hutang Jasa Fee Debt Collector

Aksi pembunuhan terhadap bos PT Sanex Steel Indonesia, kini bernama Power Steel Mandiri, Tan Harry Tantono (45), dibunuh dilakukan ketiga tersangka di kamar 2701 Swiss-Belhotel, Sawahbesar, Jakarta Pusat, tempat di mana Harry tinggal di situ.

Sebelumnya, Harry sempat menghubungi salah satu pelaku untuk menemui dirinya di kamar hotel tersebut. Pertemuan akhirnya jadi dilakukan Kamis (26/1/2012) sekitar pukul 20.00. C, A, dan T datang dan menemui Harry.

“Dari pengakuan pelaku, perbincangan itu dilakukan di kamar hotel. Ketiga pelaku menanyakan masalah uang jasanya. Tapi korban tidak mau memberi uang yang sudah dijanjikannya itu. Pelaku kesal dan sempat mencaci maki korban,” papar Helmy.

Mulanya T yang mengeluarkan senjata tajam jenis pisau. Tanpa banyak tanya lagi, T menyerang Harry dengan menikam bagian perut sebelah kiri. Setelah T, pisau beralih ke tangan C. Dia juga menusuk tubuh Harry di bagian yang sama. Harry berusaha melawan. Namun karena jumlah lawan tidak sebanding, Harry menjadi bulan-bulanan dianiaya oleh ketiga pelaku.

Setelah T dan C, giliran A yang menggenggam pisau yang sudah berlumuran darah itu. Dari arah belakang, A menggorok leher Harry hingga dia jatuh tersungkur di lantai kamar hotel tersebut. Usai melampiaskan kemarahannya, ketiga pelaku pergi dari kamar hotel itu.

Diduga lantaran ingkar janji membayar hutangnya sebesar Rp 600 juta, bos PT Sanex Steel Indonesia, kini bernama Power Steel Mandiri, Tan Harry Tantono (45), dibunuh di Swiss-Belhotel, Sawahbesar, Jakarta Pusat, Kamis (26/1/2012) malam. Kasus ini terungkap setelah tiga orang pelaku yang menghabisi nyawa Harry menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya, Jumat (27/1/2012) dinihari.

Ketiga pelaku masing-masing C (30), A (28), dan T (23). Mereka tercatat tinggal di wilayah Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Ketiganya langsung menjalani pemeriksaan. Saat ini, Polisi sedang berusaha mencari senjata tajam berupa pisau yang digunakan pelaku untuk membunuh Harry.

“Dari pengakuan tiga orang yang diamankan ini, mereka membunuh karena persoalan fee yang belum dibayarkan. Nilainya Rp 600 juta,” kata Kepala Subdit Umum Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Helmy Santika , Jumat (27/1/2012).

Dijelaskan Helmy, C, A, dan T ini adalah penagih hutang atau debt collector. Selama ini mereka sudah menjalankan tugas dan amanah Harry untuk menagih hutang. Namun ketiganya belum juga menerima upah seperti yang telah dijanjikan Harry sebelumnya. Kesal dan kecewa dengan janji manis Harry, C dan kedua kawannya itu melampiaskan amarahnya dengan membunuh bosnya itu

Terjadi Lagi dan Lagi … Mahasiswi Sekolah Kebidanan Diperkosa Oleh Supir Angkot C 01 Jurusan Ciledug Kebayoran Baru

JM (18), seorang mahasiswi sekolah tinggi kebidanan diperkosa lima pria tak dikenal saat menumpang angkutan umum C01 jurusan Ciledug-Kebayoran Baru. Lima pria itu adalah para penumpang dan sopir angkutan yang ditumpanginya itu.

Berdasarkan penuturan teman korban, Rizal, peristiwa ini terjadi pada Jumat (20/1/2012) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu korban hendak pergi ke rumah saudaranya di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan. Korban menaiki angkot C01 dari rumahnya yang terletak di wilayah Ciledug. Ketika menaiki angkot, korban melihat di dalamnya ada lima orang pria termasuk sopir.

“Tiba-tiba saat di dalam angkot, korban dipukul pakai suatu benda di kepala belakang sebelah kiri,” ucap Rizal, Minggu (22/1/2012), saat dihubungi wartawan.

Korban langsung lemas dan tak sadarkan diri. Korban lalu merasa tubuhnya diangkat oleh orang lain. “Dia merasa saat itu diperkosa di jalan. Tepatnya di dekat Pasar Kebayoran Lama,” ungkap Rizal.

Berdasarkan pengakuan korban, kata Rizal, lima pria yang ada di angkot itu, termasuk sang sopir, lalu menyetubuhinya. Namun, karena korban masih dalam keadaan lemas, ia tak mampu memberontak. Ia pun diperkosa dalam keadaan setengah sadar.

Pada Sabtu (21/1/2012) malam, korban melapor ke Polres Metro Jakarta Selatan. Hingga Minggu pukul 10.00, korban masih menjalani pemeriksaan intensif unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Polrestro Jakarta Selatan.

Lindy Melissa Pandoh PNS Kabupaten Minahasa Selatan Ditemukan Tewas Telanjang Bulat Dalam Avanza DB 4026 QJ

Berikut kronologi singkat ditemukannya jenazah Lindy Melissa Pandoh, pegawai negeri sipil di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Sulawesi Utara (Sulut). Kronologi yang bersumber dari polisi sektor Malalayang. Sekitar pukul 17.45 Wita, Polsek Malalayang melakukan patroli menggunakan motor di Kawasan Pantai Malalayang.

Anggota polisi mencurigai sebuah mobil Avanza silver DB 4026 QJ yang terparkir di dekat Tugu Boboca, Malalayang. Mereka kemudian langsung mengecek lalu menyenter ke dalam mobil tersebut. Petugas terkejut karena menemukan sepasang kekasih, satu di antara mereka dalam keadaan telanjang bulat dan di sekujur tubuhnya penuh dengan darah. Ada tiga luka tusukan di bagian tubuh yakni, di dada perut dan paha kiri.

Belakangan dari kartu identitas, korban bernama Lindy Melissa Pondoh. Korban berasal dari Tongkaina, Bunaken dan saat ini bekerja sebagai PNS di Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Selatan. Sementara pria yang mengaku bernama Wensi dan bertugas sebagai Sat Pol PP Minsel dan tinggal di Desa Kinalawiran kecamatan Tompaso Baru Kabupaten Minahasa Selatan itu, tak bisa mengelak dari polisi.

Saat ditanya, Wensi mengaku perempuan terkena tikaman seseorang. “Waktu itu ada yang mau menikam saya, tapi saya mengelak dan mengenai Lindy Melissa Pandoh,” katanya seperti dituturkan polisi. Tak percaya begitu saja, polisi lantas mengamankan pria yang diduga sebagai pelaku itu ke Polsek Malalayang. Pengunjung kawasan Pantai Malalayang heboh dengan ditemukannya mayat gadis muda dalam kondisi tanpa busana alias bugil di dalam mobil Avanza silver. Polisi yang mengidentifikasi di tempat kejadian menemukan KTP korban dengan nama Lindy Melissa Pandoh.

Penelusuran Tribun Manado (grup Tribunnews.com), korban berasal dari Tongkaina Bunaken. Korban saat ini bekerja sebagai PNS di Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Selatan. Menurut pengakuan polisi, korban ditemukan dalam keadaan tak berbusana dan mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh. Dugaan sementara, korban meninggal akibat penganiayaan.

Kepada penyidik, tersangka Winzy mengaku khilaf dan menyesal sebab korban Lindy Melissa Pandoh terus memintah uang kepadanya. Tersangka mengakui tidak ada pemasalahan sebelumnya dengan korban. Dia mengaku bertanggungjawab atas perbuatan terhadap korban hingga korban kehilangan nyawanya.

Dia menceritakan, sebelum kejadian korban menghubunginya pada pukul 11.00 wita. Korban mengatakan kepadanya bahwa korban ingin menumpang mobilnya saat pulang ke Manado. Mereka pun berjanji akan bertemu jam 16.00 di kantor pengadilan.

Dikatakan, pembunuhan tersebut terjadi di kilometer 19, tepatnya di Desa Mokupa pada pukul 17.00 Wita. Setelah membunuh korban dia langsung mematahkan pisau dan membuangnya di hutan, lalu melanjutkan perjalanan ke Manado dengan perlahan hingga tibah di Pantai Malalayang pukul 19.20 Wita.

Dia mengakui tidak bersetubuh dengan korban karena saat itu dia hanya ingin mengganti pakaian namun kepergok patroli.
Akibat perbuatannya, Winzy dipastikan langsung dipecat dari pekerjaannya sebagai pegawai honorer pada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Minsel. Perbuatan Winsy dinilai berpengaruh terhadap nama baik dari Sat Pol PP, bahkan memalukan citra Pol PP

Kematian Lindy Melisa Pandoh, yang tak wajar masih menjadi buah bibir masyarakat Manado. Bahkan dalam BlackBerry Masengger (BBM) telah beredar bila korban tidak benar berpacaran dengan si tersangka, Winsi W.

Selain itu juga, dalam edaran BBM juga menceritakan tentang kronologis kematian Lindy yang juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) berwajah cantik tersebut.

Berikut kronologi kematian Lindy yang beredar luas melalui BBM

The real story of RIP LINDY MELISA PANDOH
Lindy Pandoh TIDAK berpacaran dgn si pelaku Wensy Warou…si pelaku SUDAH MENIKAH,dan tidak benar bahwa Lindy adalah pacarnya menurut kesaksian si pelaku..karna Lindy berpacaran dgn Romel Walingkas…(Yg kebetulan 1 kampung dgn Romel)
Sekitar jam 2 sore lindy mo ke Manado,pas semntra tunggu oto penumpang,si pelaku pas mo ke manado..lindy pada waktu itu janjian sama yg namanya tony..trus karna sudah dapatkan tumpangan Lindy bbm tony “biarjo qt so manumpang dg teman” karna sifat lindy cepat akrab dgn orang2 😦 jd lindy anggap teman si pelaku 😥

Setelah diselidiki ternyata si pelaku memang terobsesi pada Lindy…waktu lalu dia melihat lindy dia berkata “seandainya lindy suka pa qt,qt se cerai qt pe bini”. Jd tidak benar bahwa mereka adalah sepasang kekasih!!!
Sktr jam 5 sore oto patroli bolak balik d pinggir pante malalayang,mereka curiga kenapa tu oto d situ trus…lalu drg senter,ada 2 org d dlm,1 tu satpol yg 1 telanjang penuh darah. Ternyata tu satpol so tunggu2 malam krn si pelaku mo buang tu mayat d laut,mar polisi so riki. Kasian Lindy, setelah diotopsi ada 15 tusukan,ada yg da tusuk dr kiri tembus d kanan,dg da iris2 silet dp muka dg badan….

Tadi malam di interogasi polisi,si pelaku tidak mengaku bahwa dia yg melakukan perbuatan biadab itu…dia mengatakan bahwa,pada saat sampai di pantai malalayang ada 2 org menyergap si mereka…yg 1 menahan Lindy yg satunya lagi menahan si Pelaku sebenarnya…dia juga mengatakan akan menikahi si Lindy…padahal sebenarnya mereka tidak ada hub.apa2 😦
Syukur trimakasih Tuhan sudah membuat dia mengaku bahwa dia adalah pelaku yg melakukan Pemerkosaan dan pembunuhan….
Tuhan yang memberi,Tuhan yang mengambil,terpujilah nama Tuhan….Semoga tenang disisiNya Lindy Melisa Pandoh…we always love you dear friend 😦

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.